Apa ya..
TRIMAKASIH ALLAH BANYAK SEKALI ANUGRAH YANG ENGKAU BERIKAN.
to: Grand” Ma, saat orang2 tidak menghargai dan saat tidak ada perhatian dari orang lain, grandma selalu ada disamping ku, walaupun kata grand” Pa, grand” Ma boros tapi grand” Ma sangat penuh perhatian dan merupakan panutan ku. semua masakanya enak dari makan rumah dan kue, bolu dan lainya. gv kangen banget sama sambel terong grand’ Ma. luv U, Grand” Ma semua nasehat Grand” Ma pasti gv ingat selalu.
to: Grand” Pa, walaupun terlihat jutek, tapi gv tau kalau disetiap sujud dan zikirnya serta doanya selalu ingat dengan anak2nya dan jua cucunya. Grand” Pa teman diskusi ku yang sangat asik, apa lagi dengar ceritanya tentang masa lalu banyak yang bisa diambil Hikmanya.
to: Baba dan bunda v sangat bangga jadi anak bunda dan baba, dari awal v dalam kandungan selama 9 bulan gv tidak kekurangan asupan gizi, dan saat detik2 gv akan lahir baba mendampingi bunda yang berjuang keras untuk kelahiran v, sampai akhirya harus di cesar, bunda merelakan perut bunda dibedah dan di acak2 oleh dokter hanya untuh mempertahankan dan menyelamatkan nyawa v. saat gevi kecil kita tinggal dirumah kontrakan dibelakang pasar, walaupun rumahnya kecil dan hanya ada satu kamar tapi sangat penuh kehangatan, saat gv ULTAH yang ke 3 tahun gv tau bunda dan baba tidak punya banyak uang tapi bunda dan baba mencurahkan semua keringat hanya untuk membuat selametan untuk hari Ulang tahun v. saat itu bunda dan baba setiap hari mengambil roti di pabrik dan bunda membuat racikan selay untuk roti2 itu. setiap fajar baba mendorong grobak kepasar sayang untuk menjajahkan roti komplit. sampai v berusia 5 tahun Allah SWT memberikan kita kehidupan yang bisa dibilang di atas rata-rata. itu semua hasil dari usaha dan kegigihan bunda dan baba, kekompakan, saling mengerti saling mendukung pada saat itu membuat keluarga kita sangat dihargai oleh banyak orang yang ada disekitar kita. sampai saat ini walaupun saat ini keadan kita sedikit menurun, Seperti yang bunda bilang “yang namannya hidup tidak selamanya kita enak terus dan kalau usaha kita tidak maksimal maka puncak dari kebahagian tidak akan kita dapat”. (mungkin saja kita belum melakukan usaha dengan maksimal). begitu juga dengan kata baba “yang namanya cobaan ada dua hal yang pertama yang merupakan hukuman untuk kesalahan kita hal ini akan membuat kita merasa cemas uring2ngan. kedua cobaan juga ada yang merupakan berkah dari Allah hal ini dapat membuat kita menjadi lebih tegar”. (dengan saling mendukung seperti dulu, keluarga kita akan jadi lebih tegar, sehingga usaha yang kita lakukan juga kan lebih maksimal. ananda sangat sayang dengan bunda dan baba, semoga semua harapan kita bisa terwujud Amin)…
To: Ad’safa dan Ad’ tanzil ayuk sayang banget sama kalian walaupun terkadang kebandelan kalian buat ayuk kesal tapi hal itu tidak menghapus semua perhatian yang tanpa sadar kalian kasih ke ayuk. walaupun adek tanzil (abang) terkadang nyebelin tapi abang selalu benar2 memperhatikan teman2 ayuk filingnya kuat banget, sekolah yang rajin yang bang. walaupun adek safa masih kecil tapi safa sangat pintar safa bisa tau caranya menyenangkan hati yang sedang sedih atau marah, safa perhatian banget waktu ayuk sakit safa ngusap2 kepala ayuk kayak udah dewasa aja. bilang “bobok ya yuk, sini2″. sambil mengulurkan tangan dan memberikan bahunya untuk menjadi sandaran kepala ku. bayangkan saja usianya masih 8 tahun kurus lagi untungnya tinggi.
to: Gajah barbe sangat beruntung bisa kenal gajah, barbe gak tau kalau saja barbe telat kenal sama gajah mugkin barbe gak kan seperti sekarang ini. kesabaran dan kegigihan gajah membuka mata Barbe. walaupun barbe suka ngomel selalu ngeritik, gajah tetap aja mau dengerin dan mencoba mengerti, mungkin gajah tau kalau barbe selalu ngeritik gajak karena gak ada orang yang berani kasih keritik ke gajah kecuali Mama Adjeng, bapak, dan de’nisa plus de’alma.semua temen2 gajah selalu kasih pujian ke gajah dan mudah2an dengan banyaknya keritikan dari keluarga dan barbe, gajah jadi semakin banyak yang memuji hixz… walaupun barbe di fonis kena penyempitan pembuluh darah di otak gajah tetap bersama barbe, bahkan gajah sempetin waktu untuk ngajak barbe ke solo untuk berobat. ditengah-tengah aktifitas gajah yang sangat padat, dari pendidikan, ngurus usaha, dll. luv U gajah.
to: Mama Adjeng dan bapak trimakasih ma & pa, banyakhal yang bisa gevi dapat dan gevi pelajari selama bersama mama dan bapak, dari ketulusan, kejujuran, dan membuka mata untuk melihat orang2 yang jauh tidak beruntung dari kita. gevi sangat merasa beruntung bisa masuk dan kenal dengan keluarga ini.
to: de’nisa & de’alma kk gevi seneng banget bisa dekat dengan kalian, perhatian kalian, rasa kebersamaanya kerasa banget. hem2X//… kk gv jadi punya 4 sodara nih dua dari kk Isa (gajah), dua lagi adek kandung kk Gv. mudah2an kita bisa menjadi sodara selamanya ya Amien.
to: sanak family untuk semua sodara-sodara v dari om, tante dan sepupu, keponakan yang lucu, dari bunda maupun baba trimakasih udah jagain gv, ngajarin v banyakhal, dan juga memberikan masukan dan membantu v dalam banyakhal, semua kebaikan dari kalian sudah tidak bisa gv hitung, gv sayang kalian semua. begitu juga dengan sodara2 baru vi dari Isa keramahan dan juga kebaikan2 kalian membuat gv jadi lebih mudah untuk melangkah masuk dan ikut merasakan menjadi keluarga. dari nin, wak ani dan sodara yang lainya..
to: sahabat2 v to ocha, komeng, panji, dito, kk wahyu, keli teman2 AMSS dan yang lainya trimakasih ya, kalian mau berteman dengan v, walaupun gv tidak pintar, tidak populer, tidak ada banyak hal yang bisa v banggakan. ketulusan pertemanan dari kalian sangat menjadi motivasi v. trimakasih sobat….
to: Semua guru2 baik yang pendidikan formal dan nonformal karena kalian wawasan v jadi lebih luas, maaf kalau v suka bandel terkadang sering males2san. tapi hari ini v janji v akan coba jadi lebih rajin he2X..
Uncategorized | Comment (0)Cerita seorang penjual gorengan kepada seorang mahasiswa.
Cerita seorang penjual gorengan kepada seorang mahasiswa.
Saat aku sedang menjajahkan gorengan ku, hari itu tempat aku biasa menjajahkan gorengan sangat sepi, akhrinya aku pindah ketempat lain agar gorengan yang sudah aku buat dari fajar hari tidak tersisa, aku menjajahkan gorenganku ketempat kos yang tidak biasa aku datangi di situ pun sangat sepi tidak ada orang satu pun, aku menerikan suaraku dengan kalimat GGGoooreeengannn! Berkali-kali aku berteriak masih tidak ada yang keluar sampai akirnya seorang gadis belia yang penampilanya seperti mahasiswa yang biasa aku lihat, ia keluar dari kamarnya, mukanya tampak tidak bersahabat kepadaku, namun aku takberhenti disitu saja, aku tetap bergegas menghampirinya dan berkata “mau beli gorengan neng”.
Mahasiswa: “Boleh buk saya beli dua saja, berapaan harganya?”.
Aku tidak bisa menahan lagi kesedihanku gorengan yang aku buat dari fajar hari masih banyak tersisa, kalau gorengan ini tidak laku semua berarti anak ku hanya bisa makan satu bongkah jagung lagi, tidak ada beras apalagi sayur, hal ini tidak sebanding dengan prestasi juara kelas yang selalu didapat kan anak ku. Saat mahasiswa itu membayar gorengan yang ia beli, aku tak kuasa menahan air mata ku, dan entah mengapa bercerita kepada mahasiswa itu.
Aku berkata kepadanya ”ibu sudah lelah, tidak sanggup lagi, kalau saja ada yang melunasi hutang-hutang ibu, ibu mau bekerja menjadi pembantunya seumur hidup ibu, tiap hari ibu keliling dan berjualan gorengan, terkadang gorengan ibu tidak habis dijual. Ibu hanya bisa memberikan sebongkah jagung untuk makan nak ibu”
Mahasiswa “memangnya suami ibu kemana?”
PenjUal gorengan “suami ibu sudah pergi meninggalkan ibu, nafsunya sangat besar, ia mempunyai empat istri sekarang, tetapi dia tidak punya banyak uang, waktu itu ibu menjadi istri kedua”.
Mahasiswa “mengapa ibu mau menjadi istri kedua?”.
Penjual gorengan “karena waktu itu ia berjaji tidak akan menikah lagi, ibu pun berasal dari orang yang tidak mampu, dulu kami sempat mempunyai motor dan usaha gorengan kami pun sudah besar, kami meminjam uang dari bank keliling setiap hari kami harus membayar 100 ribu perhari, awalnya tidak menjadi masalah sampai hari itu suami ibu minta menikah lagi, ibu tidak mengizinkan dan akhrinya ia pergi meninggalkan ibu dan anak kami, motor dan uang simpanan ia bawa, tidak ia tinggalkan sepeserpun untuk ibu. Ntah ia sekarang ada dimana, dan hutang dibank keliling pun semakin berbunga. Sampai akhirnya ibu tidak mampu melunasi hutang-hutang ibu, ibu sering sekali diberi bantuan oleh anak-anak kosan di pondok tiara tapi saat waktu kuliah sedang libur seperti ini tidak ada yang membantu ibu lagi saat mahasiwa mulai libur kuliah ibu dan anak ibu hanya makan jagung saja karena gorengan ibu tidak pernah habis”.
Mahasiwa “kalau tidak habis gorenganya di kemanain bu?”
Penjual gorengan “biasanya dibagikan kepada tetangga yang senasip dengan ibu yang sama sama tinggal di ganggang kecil, dengan rumah-rumah kayu”.
Mahasiswa “memangnya ibu butuh modal berapa untuk gorengan”
Penjual gorengan “kalau untuk keliling seperti ibu satu hari ibu butuh 200 ribu, dan biasanya untung nya juga akan habis membayar hutang setiap hari ibu harus membayar 100 ribu kepada bank keliling, hutang ibu sangat banya sampai 6 juta, ibu sudah tidak tahu lagi harus bagai mana?”.
Mahasiswa “saya kasih pinjam modal kepada ibu untuk satu hari jualan tapi saya butuh foto copy KTP ibu”.
Penjual gorengan “trimakasih neng, kalau begitu ibu pulang dulu untuk mengambil KTP ibu”.
Aku tidak tahu apa yang ada dipikiran mahasiswa itu, apakah ia akanmeminta bagi hasil kepada ku, tapi aku sudah tidak punya modal bahkan aku berhutang 6 juta. Mungkin ini jalanku. Saat pukul 8 malam aku kembali lagi kekosan mahasiswa itu. Ia begitu percaya kepadaku, dan ia membantuku untuk mencatat bahan-bahan yang aku butuhkan untuk modal jualan gorengan keliling dalam satu hari. Dari bahan-bahan primer seperti minyak sampai bahan-bahan sekunder seperti kulit lumpia. Perhitungan mahasiswa itu sangat ketat dan ia mengajarkan ku kemungkinan-kemungkinan keuntungan yang akan aku dapatkan sesuai dengan jumlah gorengan yang akan aku jajahkan. Ada surat perjanjian antara aku dan mahasiswa itu, aku harus mengembalikan modal yang ia pinjamkan. Aku senang bekerja sama denganya semuanya sangat jelas dan aku pun mendapat banyak pengetahuan dalam mengatur keuanganku. Hari pertama aku lalui dengan pemberian modal dari mahasiswa itu sebesar 200 ribu dan aku mendapatkan keuntungan bersih 150 ribu. Keesokan harinya aku menemui mahasiswa itu lagi aku mengembalikan uang yang ia pinjamkan itu. Tapi keuntungan 150 ribu ku akan kupakai untuk membayar bank keliling sebesar 100 ribu dan sisa uang ku hanya tinggal 50 ribu. 50ribu itu tidak cukup untuk modal aku jualan satu hari. Tapi aku sudah sangat berterimakasih banyak pada mahasiwa itu. Sayangnya mahasiswa itu memutuskan kerjasamanya dengan ku, aku hanya berbekal uang 50 ribu untuk modal ku besok. Tapi mau bagaimana lagi, akhirnya aku pulang dengan langkah yang sangat berat, hari itupun hujan deras. Aku memikul bakul gorengan ku di atas kepalaku. Aku pulang kerumah. Satu jam kemudian ada orang yang bertamu kerumahku. Ia mahasiwa yang meminjamkan ku uang itu. Ia datang dengan membawa makanan ada ayam goreng, rendang. Sudah sangat lama aku tidak makan-makan seperti itu. Aku merasa malu kepada mahasiwa itu ia datang ketempatku dengan membawa banyak makanan namun aku hanya bisa menyajikan jagung rebus dan satu gelas air putih untuk tamu ku. Saat mahasiwa itu akan pulang ia memberiku uang, dan ia berkata “uang ini tidak usah dikembalikan ibu pakai saja untuk modal usaha gorengan ibu, maaf kalau tadi saya sudah mengecewakan ibu, saya hanya ingin tahu keadaan ibu itu yang sebenarnya seperti apa, saya hanya tidak mau salah memberikan bantuan kepada orang, walaupun ibu sudah memberikan saya foto copy KTP tapi jaman sekarang banyak sekali orang menipu dengan modus memohon belas kasihan dan saya yakin ibu berhak untuk mendapatkan uang ini, kebetulan saja saya punya sedikit uang lebih mudah mudahan bisa ibu gunakan untuk modal ibu sehari-hari”.
Aku terhentak dan langsung memeluk mahasiswa itu, benar yang ia katakan banyak sekali modus-modus penipuan di masa sekarang, sampai-sampai orang yang seharusnya mendapatkan bantuan malah tidak mendapatkan bantuan. Kalau saja semua orang seperti mahasiswa itu mau sedikit meluangkan waktunya untuk melihat kembali dengan jelih orang-orang yang memang lebih berhak mendapatkan bantuan. Dengan uang yang diberikan mahasiwa itu aku bisa menjajahkan gorenganku dengan tenang, sedikit demi sedikit aku lunasi hutang-hutangku. Walaupun hutangku belum lunas semuanya aku bisa hidup dengan tenang, aku bisa menyekolahkan anakku. Jangan sampai anakku seperti ku hanya lulusan kelas 6 SD. Walaupun hanya sedikit kebaikan mahasiswa itu kepada ku tapi aku akan tetap mengingatnya, sesekali aku menjajahkan gorenganku di kosan tempat mahasiwa itu tinggal. Setiap aku melewati kamar mahasiwa itu aku selalu teringat kepadanya, sering kutinggalkan 5 sampai 6 potong gorengan untuknya. Namun tampaknya ia sangat sibuk setiap aku kesana ia sering tidak ada. Aku hanya berpesan kepadanya kalau ia nanti membuthkan seorang pembantu nantinya aku mau mengabdi kepadanya. Mahasiwa itu berkata kepada ku “aku tidak bisa menjanjikan hal itu tapi mungkin jika aku sudah menikah aku akan mencari ibu, ibu cukup pintar dan tangguh dengan ibu mau menerima keadaan ibu dan tetap terus berusaha, yang aku suka dari ibu, ibu orangnya sangat jujur, Tuhan akan selalu melindungi orang-orang seperti ibu”.
Catatan penulis:
1. Masih banyak orang jujur didunia ini
2. Sedikit kebaikan kita akan selalu diingat orang
3. Jangan sampai salah memberikan bantuan kepada orang
4. Kalau kita mau berusaha maka Tuhan akan menebrikan kita jalan untuk menyelesaikan masalah kita.
5. Wanita juga tetap bisa bertahan, walaupun sudah dicampakkan oleh laki-laki
6. doa dan kasih sayang ibu bisa melahirkan anak yang sangat berprestasi, walau hanya makan sebongkah jagung setiap harinya.
BY: GV
Uncategorized | Comment (0)Cerita teman ku, kepada ku.
Ia berkata “Hari ini, darah itu keluar lagi dari hidungku. tubuh ku terasa seperti rongga kosong, seperti hanya angin saja yang ada. Pandangan ku pun seakan berbayang. Apa ini hukuman untukku, yang tidak menjaga tubuh yang telah Tuhan anugrahi. mungkin aku terlalu kejam memperlakukan tubuhku, namun kulakukan itu semua untuk kelangsungan hidupku.
Hari-hari ku penuh dengan rutinitas, dikala pagi dan siang kugunakan untuk menuntun ilmu, sore dan malam untuk mengerjakan tugas tugas ku dan waktu libur ku gunakan untuk mencari tambahan uang saku untuk keperluan ku. Sampai akhirnya penyakit-penyakit ini hinggap di tubuhku. Aku tak mengerti banyak diaknosa yang timbul, dua tahun yang lalu dokter mengatakan itu anemia dan 6 bulan yang lalu penurunan fungsi hati 3 bulan yang lalu liver. yang mana yang tepat?. aku sudah coba semampu ku untuk menjaga semua anugrah yang Tuhan berikan. Namun aku takpunya cukup uang untuk membeli antibiotic yang dokter sarankan. Selama dua bulan belakangan ini aku tidak minum antibiotic itu lagi. Karena saat itu aku merasa tubuhku sudah pulih.
Beberapa hari belakangan ini aku memorsir pikiran ku, aku tak punya banyak harapan lagi. Aku selalu berkutat dengan permasalahan ku, dari orang tua ku yang selalu mementingkan ego mereka, saat itu ibu ku mengatakan kalau ia sangat lelah dan terpaksa menikah dengan ayahku. Ibu ku bercerita pada waktu itu ia pergi dari rumah nenek ku tanpa pamit, saat itu juga ibuku minta dikirimkan uang kepada kakek dan nenek ku namun tidak dikirimkan oleh kakek dan nenek ku. Akhirnya ibu ku memutuskan untuk pulang saat itu ibu ku pergi ditemani ayah ku. Karena ibuku pulang bersama ayah ku, ibu ku bilang mereka disuruh menikah. Sudah lama aku memikir kan sepenggal cerita dari ibu ku itu. Logika ku mengatakan tidak mungkin orang tua memaksa anaknya untuk menikah tanpa alasan. Aku lihat kakek dan nenek ku sangat demokratis dan merupakan pejabat tinggi. hal ini jelas ibuku tidak mungkin dipaksa menikah muda karena kakek dan nenek ku hidupnya jauh diatas kebercukupan, apa lagi seorang pejabat pasti ingin anaknya menjadi sarjana. Apa kah mungkin aku anak yang tidak dinginkan saat aku kecil hingga dewasa orang tua ku selalu sibuk dengan urusan mereka, bahkan mereka sempat bercerai. Saat aku kecil sampai remaja aku harus selalu dirumah, aku hanya boleh sekolah dan setelah sekolah aku merapikan rumahku. Aku ingat aku pernah mempuyai teman laki laki diwaktu aku remaja boro-boro aku boleh jalan bersamanya di hari libur. Untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler disekolah saja aku tidak boleh. Namun aku cukup bandel saat itu diam-diam aku mengikuti banyak kegiatan diluar sekolah dan juga ekstrakulikuler. Saat aku dewasa ayah dan ibu ku masih saja sering menyalahkan satu sama lain. Di belakang ibu ayah bercerita dan berkeluh kesah pada ku tentang ibu, begitu juga dengan ibu. Lagi-lagi aku berfikir aku harus membuat mereka bicara satu sama lain. Ibu ku berkata “ia terpaksa menikah dengan ayah ku”. Tapi mengapa aku bisa mempunyai empat adik kalau memang terpaksa, logika ku berputar lagi sampai akhirnya aku tahu, ibu ku kesal dengan sikap dan sifat ayah ku yang hanya mementingkan kepentinganya saja tanpa melihat keperluan istri dan anak-anaknya. Hari itu aku mengirimkan surat kepada kedua orang tua ku. Yang isinya adalah ungkapan perasaan ku. (mengapa selama ini aku selalu disalahkan, sejak dua setengah tahun yang lalu aku minta di belikan laptop tidak ada jawaban dari mereka, ibu ku berkata mengapa tidak pakai laptop pacar ku saja, kan pacar ku sempat menawarkan hal itu, sungguh aku sangat malu mendengar kalimat itu, ia baru menjadi pacar ku, bukan suami ku, aku tidak berhak menuntut banyak hal darinya, saat aku minta dikirimkan uang untuk beli antibiotik tidak ada jawaban dari mereka, saat aku bilang krimkan antibiotik ibu ku bilang itu mahal sekali, dan saat aku kecil aku ingin ikut menari mereka bilang tubuh ku kaku tidak bisa menari namun setelah aku dewasa aku buktikan kalau aku bisa menari dengan baik, saat aku minta diantarkan ayah ketempat temanku ayahku marah-marah dan ibuku berkata kenapa ayah marah kepada aku, yang suka bekerja dirumah, dan akhirnya ayah ku mau mengantarkan ku, namun saat sampai ditempat teman ku ayah ku berkata “tempat apa ini seperti tempat jin buang anak”. Sempat suatu hari ibu ku kehilangan uang dirumah lalu mereka menyalahkan ku dan tidak mendengarkan sama sekali pembelaan ku. Saat itu aku ditarik kedapur dan mulutku dibejalkan cabe lalu aku dikurung dikamar mandi yang gelap. Ibu dan ayah hanya mementingkan ego masing-masing saja. Dimana ayah yang selalu sibuk dengan keperluanya saja waktu aku kecil ayah memakai narkotika dan saat aku dewasa aku senang ayah sudah jauh berubah dan juga cukup ahli dalam bidang agama, sering pergi-pergi menjalankan ibadah sunah namun ayah tidak memperhatikan apakah kebutuhan jasmani dan rohani istri dan anak-anaknya sudah terpenuhi, ayah sibuk dengan ibadah-ibadah nya itu. Bukanya agama mengatakan kita boleh menjalan kan sunah setelah kewajiban kita semua terlaksana, sementara ayah melupakan kewajibanya sebagai sosok seorang ayah di keluargaku dan ibu pun karena kesal menyalahkan aku dan adik-adik sampai ibu berkata “sudah bosan selalu mengurusi anak waktu aku kecil aku yang merepotkan sekarang adik-adik ku” terkadang ibu yang terlihat perhatian terkadang juga ayah yang terlihat perhatian, aku ingat saat aku mau berkuliah ibu dan ayah mati-matian memasukakan aku kekampus yang ternama, aku pun tak menyangka ibu dan ayah melakukan hal itu, tapi untuk apa itu semua selama ini aku tidak pernah boleh mengembangkan diriku, atau hanya karena malu karena anak saudara-saudara ayah dan ibu berpendidikan, atau agar mendapat pujian oleh orang disekitar ibu dan ayah, aku ingat waktu aku kecil ibu pernah ditanya oleh seorang temanya yang punya aigensi model teman ibu bertanya apakah ibu punya anak perempuan dan ibu bilang tidak punya lalu dengan tanpa beban ibu menceritakan itu kepadaku. Pujian yang kita dapat dari orang nikmatnya hanya sesaat jika pujian itu hasilnya dari keberhasilan ego kita bukan dari hasil ketulusan hati kita. Ku berikan pertanyaan pada mereka buaknya kalau orang yang saling mencintai itu akan selalu saling mendukung dan mau mencoba menelaah kembali masukan-masukan dari pasanganya dan akan terciptalah istana yang indah, atau pernikahan ibu dan ayah karena terpaksa?. Mengapa aku sempat bandel dan sekarang adik ku juga bandel ia rela mencuri Hp, uang, yang ada dirumah hanya untuk pergi dan makan bersama teman-temanya dan kenapa ia jarang dirumah, jujur akupun sebenarnya sangat malas untuk pulang kerumah, maaf kalau ananda sudah lancang. Jawaban itu semua hanya ibu dan ayah yang tahu?..)
Surat ini ku berikan kepada orang tua ku, aku tahu cara ku sedikit frontal, namun aku sudah kehabisan akal ibu ku sangat keras aku sudah mencoba memberikan masukan padanya tapi ia tetap saja selalu bercerita tentang keburukan ayahku, begitu juga dengan ayah ku ia selalu merasa kalau ia tidak ada salah, oleh sebab itu aku coba untuk mengulang kembali dan membuka kembali kepahitan-kepahitan ku. Aku pun mendapat balasan dari ibu ku yang marah dengan ku karena surat yang aku berikan, beliau mengatakan aku hanya lah seorang anak dan beliau seorang ibu. Lalu kukatakan apakah seorang anak tidak boleh menyatakan perasaanya, aku hanya ingin ibu dan ayah berbicara dari hati-kehati, aku coba memahami ibu, oleh karena itu aku tidak tulis disurat itu tentang ibu yang masih suka berhubungan dengan teman laki-lakinya walau hanya sebatas teman curhat. Bukan kah tidak baik jika seorang suami dan istri berkeluhkesa pada laki-laki atau pun perempuan lain.
Ayah ku berkata kepadaku “ya ayah minta maaf, ayah tahu kalau ayah banyak salah tapi jangan lah kamu menyimpan dendam”. Aku berkata “aku tidak marah aku hanya ingin ayah dan ibu berbicara, ayah sering sekali berkeluh kesah tentang ibu, begitu juga dengan ibu”. Tak lama kemu dian ayah ku berkata “ ya sudah suratnya di hilangkan saja kan tidak enak nanti kalau di baca oleh pacar kamu, nanti nama keluarga kita jadi buruk”.
Awalnya aku sudah senang dengan perkataan ayah ku yang pertama aku kira ia sudah menyadari kesalanya dan mau berbicara dengan ibu dari hati-kehati. Tapi lagi-lagi ayah sangat mementing kan pandangan orang tentangnya. Aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Aku pun punya masalah lain saat aku mengecek pembukuan keuangan usaha pacar ku yang di jalankan oleh temanya dan di situ sangat terlihat banyak manipulasi sampai usaha pacar ku over lap. Aku tak menyangka begitu jahatnya sahabat pacar ku. Pacar ku sudah memberikan kepercayaan kepada sahabatnya itu saat pacar ku harus pergi untuk beberapa waktu. Aku memorsir tenaga ku untuk mengungkap semua manipulasi itu memang aku tidak punya hak untuk mengungkap itu, tapi adik pacarku punya surat kuasa, yang bisa aku lakukan hanya membantuk adik pacar ku selama pacar ku tidak ada, Aku tidak rela melihat pacar ku diperlakukan seperti itu karena ia satu-satunya harapan ku aku menemukan kasih sayang darinya dan aku dapat belajar banyak dari keluarganya bagaimana istana yang indah itu yang penuh perhatian dan saling mendukung. Aku mengirimkan surat kepada pacar ku dan aku senang pacar ku mendukung serta percaya pada ku dan adiknya.
Catatan penulis: “aku tidak bisa memberikan banyak masukan kepada mu sahabat ku, mungkin waktu mu tak banyak lagi atau mungkin ini hanya cobaan untuk mu agar kamu lebih tegar, namun saat ini kamu hanya bisa memohon kepada Tuhan untuk memberikan mu kesempatan menyambut kapal dan nahkoda mu pulang berlayar, walau hanya satu kesempatan agar kamu dapat menjadi navigator walau hanya satu kali. Seperti yang telah kamu harapkan: kamu tidak ingin nahkoda mu tersesat ditengah laut yang mungkin banyak pusaranya, bukan?. Laut satu-satunya tempat kapal berlayar namun jika nahkodanya tidak tahu jalan untuk menaklukkan laut, maka laut itu akan membuatnya tersesat. kamu tidak ingin kapal yang dimiliki oleh nahkodamu terhempas badai yang ada di lautan. Hanya dengan memohon kepada NYA lah agar kamu diberi kesempatan untuk berusaha supaya tidak membiarkan pusaran laut itu menenggelamkan nakhkodamu dan di berikan kemudahan untuk menunjukkan jalan agar nahkodamu dapat menaklukan badai maupun pusaran-pusaran yang ada dilautan. Dan satu hal yang perlu kita ingat berkah NYA tindak akan turun tanpa restu dari orang tua kita dan kita ada juga karena mereka jadi bagai manapun orang tua mu memperlakukan mu, kamu harus tetap menjaga hati dan perasaan mereka, walaupun mungkin mereka bukan orang tua kandung, tapi merekalah yang sudah merawat mu sampai akhirnya kamu bisa menjadi seperti ini, ya kalau hanya bicara, terkesan sangat mudah untuk melupakan semua kepedihan mu, namun sungguh orang yang sangat merugi jika ia terus berkutat dan berada didalam tabung yang terselimuti dendam, karena rasa dendam itu akan membuat mu gelisah dan kegelisahanan mu itu akan terus menghantui hari-hari mu dan itu akan menghambat kegiatanmu, hambatan-hambatan itu akan membuat hari-harimu penuh dengan batu sandungan, semakin sering kamu tersandung maka kamu akan lebih cepat terjatuh, bagai mana kita akan menjadi naviogator untuk nahkoda kita, jika batu sandungan disekeliling kita sangat banyak”.
Kata teman ku “baik lak aku mengerti aku memang salah mungkin aku sudah sangat menyakiti hati kedua orang tua ku, hari ini juga aku akan meminta maaf atas surat yang telah ku kirimkan kepada kedua orang tua ku, aku hanya bisa berharap mereka memaafkan ku kalau pun mereka tidak memaafkan ku, apa yang harus kulakukan?”.
Catatan penulis: “mungkin aku tidak terlalu mengenal seperti apa orang tua mu, tapi kamu tidak perlu meragukan kata maaf dari orang tua mu, karena setiap orang tua punya ruang yang khusus dihati mereka untuk anak-anaknya, apa lagi kalau kamu sempat tinggal bersama mereka, hari-hari indah yang mungkin pernah ada diwaktu kemarin tidak akan mudah untuk dihapuskan, Tuhan saja akan membuka pintu maaf, apa lagi kita seorang manusia, kita pun pernah berbuat salah, kita tidak berhak untuk menyalahkan orang lain, kecuali kalau kita tidak pernah berbuat salah sama sekali”.
Kata teman ku “kalau pun aku tidak di maafkan, yang aku lakukan hanya bisa bersujud kepada NYA”.
Catatan penulis: (hanya tersenyum). BY: GV
Uncategorized | Comment (0)sowwryy temen2 FK
Ada temen satu kosan gw dulu dengan inisial A, ntah A kepinteran atau Si A gak dengerin penjelasan dari dosennya, sampe sampe A berkata:
A: “untuk apa ada psikolog, psikiater juga bisa jadi psikolog”.
Gw: “sekarang gini dah, ada gak psikiater yang jadi konsultan perusahaan (HRD), sosial. yg gw tau psikiater itu lebih kepada orang abnormal. dan psikolog bisa u2 bidang abnormal maupun normal”
A: “dosen psikiatri gw bilang seperti itu sewaktu ngajar”
GW: “(dalam hati odon bangt sh lo gak mungkin lah dosen lo bilang kayak gt) oh gt berarti anak keperawatan bisa jadi dokter dong.. orang yang dipelajarinya sama, nah gw bingung sekarang fungsi dokter itu apa sih.. toh kalo orang lagi sakit pusing, flu, atau sakit perut, ya sakit setandar bisa aja di obati dengan obat biasa atau konsul dan trapi dari psikolog, kan asal muasan orang sakit karena kecapean tau pikiran ya walaupun ada genetikny juga. dan di psikologi juga belajar tentang syaraf, gen dan lainya. terus kl orang mau melahirkan udah ada bidan. terus untuk sakit kangker, patah tulang udah ada terapi alternatif bingung gak lo fungsi dokter yang sebenarnya apa? kl anak akutansi ekonomi kan jelas tuh job des nya. anak arsitektur juga jelas tuh. sory ya bro bukan maksud gw buat sedikit mencibir… tapi lo duluan yg mulai”.
u2 temen2 FK yg lain gw minta maaf bgt ..
tp kalimat yg keluar dari ucapan rekan mu itu cukup menggelitik gw dan gw hanya menuliskan pengalaman aja sapa tau masih ada temn2 gw yg persepsinya salah seperti si A..
ya yang pasti setiap ilmu itu punya fungsi yg berbeda-beda dan mungkin saling terkait satu sama lain.
eX: arsitektur dan psikologi bisa saja nyambung bentuk, tata ruang dan warna yang cocok u2 disain ruang tertentu di bahas secara psikologis. jadi semua ilmu itu sama aja dan udah punya lapak masing2..
oleh karena itu jangan pernah nganggep Qta kul di FK Qta paling ok!, begitu juga di Psikologi..
tp gw sgt merasa beruntung kul di psikologi banyak yang bisa gw pelajari dan langsung gw praktekin..
yang pasti unik bgt..
dan bisa berkaitan dengan bermacam-macam ilmu dan kegiatan didunia ini…
Uncategorized | Comment (0)Aku Tiak Lebih Dulu ke Surga
Aku tidak tau dimana berada. Meski sekian banyak manusia yang ada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah!!!, ah … aku tidak mau mengira-ngira.
Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku. ”inilah yang disebut Padang Mahsyar,” suaranya begitu menggetarkan jiwaku. ”bagaimana ia bisatau pertanyaanku,” batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang ku kenal.
Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian bersinar kemilauan. Bersama dengan itu, terdengar suara menggema. Aku baru sadar,inilah hari penentuan, hari dimana semua manusia akan menerima keputusan akan balasan dari amalnya selama hidup didunia.hari ini pula akan ditentukan masib manusia selanjutnya, surgakah yang akan dinikmati atau adzab neraka yang siap menanti.
Aku semakin takut. Namun ada debar dalam dadaku mengingat amal-amal baikku didunia. Mungkinkah aku tergolong orang-orang yang mendapat kasih-Nya atau jangan-jangan!!!… … …
Aku dan manusia lainya masih menunggu keputusan dari yang menguasai hari pembalasan.tak lama kemudian, terdengar lagi suara menggema tadi… yang mengatakan!!, bahwa sesaat lagi akan dibacakan daftar manusia-manusia yang akan menemani Rasulullah SAW di surga yang indah. Lagi-lagi dadaku berdebar, ada keyakinan bahwa namaku termasuk dalam daftar itu, mengingat banyaknya infaq yang aku sedekahkan. Terlebih lagi, sewaktu didunia aku dikenal sebagai juru dakwah. ”kalaulah banyak orang yang kudakwahi masuk surga, apalagi aku,” pikirku mantap.
Akhirnya, nama-nama itupun mulai disebutkan. Aku masih beranggapan bahwa namaku ada dalam deretan penghuni surga itu, mengingat ibadah-ibadah dan perbuatan-perbuatan baikku. Dalam daftar itu nama Muhammad SAW sudah pasti tercantum pada urutan teratas, sesuai janji Allah melalui Jibril, bahwa tidak satupun jiwa yang masuk kedalam surga sebelum Muhammad masuk. Manisnya melangkah bahagia sebagai yang pertama kesurga, diikuti para istri-istri dan keluarga rasul lainya.
`Para nabi dan rasul Allah lainya pun masuk dalam daftar tersebut. Yasir dan Sumayyah berjalan tenang dengan predikat syahid dan syahidah pertama dalam islam. Juga para sahabat lainya,satu persatu para pengikut terdahulu Rasul itu dengan bangga melangkah ke tempat dimana Allah akan membuka tabirnya. Yang aku tahu, salah satu kenikmatan yang akan diterima para penghuni surga adalah melihat wajah Allah. Kusaksikan para sahabat Muhajirin dan Anshor yang tengah bersyukur mendapat nikmat tiada terhingga sebagai abalasan kesetiaan berjuang bersama Muhammad menegakkan risalah.setelah itu tersebutlah para mukminin terdahulu dan para syuhada dalam berbagai perjuangan pembelaan agama Allah.
Sementara itu dadaku berdegub keras menunggu giliran. Aku terperanjak begitu melihat rombongan anak-anak yatim dengan riang berlari untuk segera menikmati kesegaran telaga kautsar. Beberapa dari mereka terseyum sambil melambaikan tanganya kepadaku.sepertinya aku kenal mereka. Ya Allah mereka anak-anak yatim disebelah rumahku yang tidak pernah kuperhatikan. Anak-anak yang selalu menangis kelaparan dimalam hari sementara sering ku buang sebagian makanan yang tak habis kumakan.
”Subhanallah, itu si Parmin tukang mie dekat kantorku,” aku terperangah melihatnya melenggang kesurga.Parmin, pemuda yang tidak pernah lulus sd itu pernah bercerita,bahwa sebagian besar hasil dagangannya ia kirimkan untuk ibu dan biaya sekolah empat adiknya.Parmin yang rajin sholat itu,rela berpuasa berhari-hari asal ibu dan adik-adiknya di kampung tidak kelaparan. Tiba-tiba, orang yang sejak tadi disampingku berkata lagi,”Parmin yang tukang mie itu lebih baik dimata Allah. Ia bekerja untuk kebahagiaan orang lain.” sementara aku semua hasil keringatku semata untuk keperluanku.
Lalu berturut-turut lewat didepan mataku, mbok Darmi penjual pecel yang kehadiranya selalu ku tolak, pengemis yang setiap hari lewat depan rumah dan selalu mendapatkan kata ”maaf” dari bibirku dibalik pagar tinggi rumahku. Orang disampngku berbicara lagi seolah menjawab setiap pertanyaanku meski tidak kulontarkan.”Mereka ik ihklas, tidak sakit hati serta tidak mendendam kebencian meski kau tolak.”
Masya Allah murid-murid pengajian yang aku bina, mereka medahuluikukesurga. Setelah itu berbondong-bondong jamaah masjid-masjid tempat biasa aku berceramah.”Mereka belajar kepadamu, lalu mereka amalkan. Sedangkan kau, terlalu banyak berbicara dan sedikit mendengarkan. Padahal lebih banyak yang bisa dipelajari dengan mendengarkan dari pada berbicara,”jelasnya lagi.
Aku semakin penasaran danterus menunggu giliranku dipanggil. Seiring dengan itu antrian manusia dengan wajah ceria, makin panjang. Tapi sejauh ini, belumjuga namaku dipanggil.aku mulai kesal, aku ingin segera bertemu Allah dan berkata, ”Ya Allah didunia aku banyak melakukan ibadah, aku bershodaqoh, banyak membantu orang lain,banyak berdakwa,izinkan aku ke surgaMu”
Orang dengan wajah bersinar disampingku itu hendak berbicara lagi, aku ingin menolaknya. Tetapi tanganku tak kuasa menahanya untuk berbicara.”Ibadahmu bukan untuk Allah,tapi semata kepentinganmu untuk mendapatkan surga Allah,Shodaqohmu sebatas untuk memperjelas status sosial, hanya berbekas untuk orang lain,tidak untuk mu,” tubuhku bergatar mendengarnya.
Anak-anak yatim, Parmin, mbok Darmi, pengemis tua, murid-murid pengajian, jamaah masjid dan banyak lagi orang-orang yang sering kuanggap tidak lebih baik dariku, mereka lebih dulu kesurga Allah. Padahal, aku sering beranggapan,surga adalah balasan yang pantas untuk ku atas dakwah yang kulakukan,infaq yang ku berikan, ilmu yang kuajarkan dan perbutaan baik lainya. Ternyata aku tidak lebih tunduk dari pada mereka, tidak lebih ikhlas dan beramal dari pada mereka, tidak lebih bersih hati dari pada mereka,sehingga aku tidak lebih dulu kesurga dari pada mereka.
Termasuk manakah Aku?
Jam dinding berdentang tiga kalli. Aku tersentak bangun, dan…astaghfirullah ternyata Allah telah menasihatiku lewat mimpi malam ini.
Uncategorized | Comment (1)Ku Pilihan Ia
Ia baru ku kenal
Namun ia yang ku pilih
Mengapa ia yang ku pilih
Mengapa bukan dy yang sudah lama ku tau.
Tulus kah ia pada ku.
Jujur kah ia pada ku
Darimana ku tau semua itu,
Jika ia baru ku kenal.
Dy tulus dan sangat menjaga ku
Namun bagaimana ku tau
kalau dy tak katakan
cukup lama aku menunggu kata darinya.
Tiba-tiba ia datang dan mengungkapkan
Kata yang lama ku tunggu dari dy.
Ia yang baru ku tau mengatakan semuanya
Harus kah ia, ku percaya.
Ya ia yangharus ku percaya
Karna ia yakin kepadaku
Bukan dy yang tak pernah yakin kepadaku.
Uncategorized | Comment (1)KECURANGAN dalam KEINGINAN
Dira sangat ingin ikut tim babsket di kampusnya, dan Sani mengetahui hal itu.Lalu Sani mengajak Dira karena Sani lihat Dira cukup pandai dalam bermain basket. Tapi hal itu membuat Sani merasa sangat tidak nyaman dengan tim basketnya. Sani juga tidak mengerti seakan-akan dia tidak diinginkan di tim basket itu, setiap sebelum latihan seselalu ada jarkom (jaringan komunikasi) antara sesame anggota tim dan Dira yang bertanggungjawab untuk memberi jarkom kepada Sani, tapi jarkom tersebut tidak pernah ada. Setiap Sani menanyakan pada Dira ,Dira selalu bilang bahwa dia mengirimkan jarkom tersebut. Lalu Sani mengambil positifnya mungkin jaringannya yang sedang eror, tapi hal tersebut bukan hanya sekali duakali hal itu terus berulang. Jadi Sani berinisiatif untuk menanyakan latihan setiap malam ketika besoknya, jadwal latihan untuk memastikan latikan itu jadi atau tidak namun Dira tidak pernah membalas sms Sani. Karna hal itu Sani jarang latihan dan setiap dikampus anak-anak basket lainnya termasuk Vega (ketua basket) sinis kepada Sani, Sani tidak mengerti. Sampai satu hari saat Sani datang ke kampus, teman-teman satu tim basketnya baru selesai latihan Sani bingunng. Dan dia berkata kepada teman-temanya “Hari ini latihan? Kenapa gW nggak dapat jarkom sich….” teman-temannya terkejut. Akhirnya tim basket itu mengadakan rapat, segala keluh dan kesal di keluarkan dirapat itu semunya menjadi jelas dan keadaan tim itu menjadi baik kembali. Tapi Dira tidak berubah, jadi semenjak hari itu Sani selalu menanyakan kepada Vega kepastian latihan atau tidak. Dan saat tim tersebut latihan, Sani terengah saat posisis dia digantikan Dira, Sani sempat berfikir mungkin permainan Dira lebih baik dari dia, memang tubuh Dira kekar seperti cowok. Namun apa guna tubuh kekar seperti itu tapi saat shuting menggunakan dua tangan dan dribel kiri pun Dira tidak bisa. Karna Sani dan Dira masih angkatan baru jadi pelatih belum begitu tau siapa yang lebih berpotensi dan pelatih tersebut lebih memilih Dira sebagai pemain inti karna Dira selalu hadir disaat latihan. Apa daya Sani seorang maba, akhirnya Sani menerima keputusan itu karna dia tidak mau mencari masalah dan Sani tetap baik kepada Dira. Setelah itu pada lain hari Sani berbincang dengan Dira dan Dira mengatakan “Ah… basket itu tidak penting itukan hanya penyaluran hobi gW aja” Sani terengah dengan perkataan Dira. Mulai hari itu Sani merasa sangat kesal, Dira begitu sombong. Padahal sudah sangat jelas bahwa Dira ingin menjadi pemain inti di tim basket itu dengan cara tidak menyampaikan jarkomnya. Jadi Sani seakan-akan tak peduli dengan tim basket itu, padahal Sani memang tidak mendapatkan jarkom tersebut. Dan Sani merasa dirinya tidak ada gunanya di tim basket itu toh sang pelatih lebih memilih Dira. Saat dua minggu menjelang pertandingan Sani mengundurkan diri dari tim basket tersebut,dan dia mengatakan kepada Vega kalau dia ingin keluar dari tim basket:
- Sani :Ve maaf nich sebelumnya gW mau mundur dari tim basket.
- Vega :Lo kenapa ada trouble ma sameone?
- Sani :Ia sich tapi nggak usah gW sebut lah orangnya, ok! Kalo satu atau
dua kali dia begitu, gW masih bisa terima tapi hal ini sudah
berulang-ulang gW nggak enak Ve mending gW mundur dari pada
nanti gW ribut ma dia.
- Vega :kalau gW sich nggak maksain Lo ikut apa nggak di tim basket ini
Tapi gW ma anak-anak yang lain masih nerima Lo kapanpun Lo
mau kembali, dan menurut gW ma anak-anak sayang banget
karna Lo salah satu yang punya potensi baik.
- Sani :makasi ya, tapi gW nggak bisa Ve gW orangnya nekat, gW emang
jarang marah tapi kalau gW suda kesel banget ma orang, gW bisa
jahat banget ma orang itu dan gW nggak mau hal itu terjadi biarin
dululah dia berkreasi toh waktu gW masi panjang.
- Vega :ok! dech tapi gW ma anak-anak masih nerima Lo kalau Lo mau
gabung lagi.
- Sani :bukannya gW kenapa-napa Ve tapi gW nggak akan balik kalau
orang tersebut belum berubah, dan kalau kalian butuh bantuan
gW. gW siap? Tapi kalau anak-anak nanya bilang aja kalau gW
sakit ok!.
Akhirnya Sani mundur yang dia butuhkan adalah rasa nyaman dalam melakukan kegiatan, jika dia melakukan sesuatu itu harus dengan hati yang senang. Sani tak menyangka ternyata Dira merupakan orang yang menghalalkan segala cara untuk dapat apa yang dia mau.
Sinar di Saat Gelap
Seseorang yang tak pernah terlintas dalam fikir ku, kini ia ada dalam fikir ku.. Tak ku mengerti tiba-tiba ia ada dihadapanku, disaat aku merasa sangat gelap dan sinarku pun tak ada, ntah apa yang ia berikan kepada ku, sehingga sinarku terlihat sangat indah.
Apa yang kurasa saat ini ???
aku pun tak mengerti !!!
sinar yang ia bawa,
Mampu menutupi gelapku, sehingga sinar ku terlihat sangat indah
Sampai kapan sinar itu kan ada?
Apa sampai saat ini saja?
Aku tak tau sampai kapan sinar itu kan ada.
Namun satu Tanya dan harapku:
Akan kah sinar itu u2 selamanya?
Kommt Zeit, kommt Rat ( WKT yg kan katakan)
Uncategorized | Comment (1)
penasaran sama bukunya
Dia seorang gadis kecil yang cantik dan menyenangkan. Tapi mengapa dunia tidak berpihak kepadanya, ntah apa dosanya sehingga dia harus mengalami masa-masa yang sangat sulit untuk anak seusianya. Namun dia menggunakan masa-masa tersebut sebagia batu loncatan untuk menjalani hidupnya. Walaupun semua itu sulit tapi ia mampu menutupi semuanya dengan kegembiraan. Seorang teman berkata kepadanya aku ingin menjadi seperti mu yang selalu mendapatkan apa yang kau inginkan. Mengapa perkatan itu bisa terungkap dari seorang sahabatnya. Subhannallah begitu pandai ia menyembunyikan kesedihan.
Seperti apa dirinya, bagaimana ia kelihatan bahagia sementara masalah selalu mengelilinginya.
Uncategorized | Comment (0)Pacar terserah lira.
gini
cerita na.
lira
ditembak oleh salah satu temennya, di salah satu komunitas yang lira ikuti.
namun dari awal lira kenal cow itu, lira hanya menganggapnya sebagai sahabat.
lira pun sangat terkejut, mendengar pernyataan dari cow itu.
padahal
lira gak pernah menunjukkan sedikit pun sinyal ya dengankata lain gak pernah
mencoba ngasih harapan sama tuh cow. lira sangat perhatian sama tuh cow, ya
karena memang sudah sifatnya lira jika ia merasa itu org teman baiknya maka ia
bakal perhatian dengn tmn nya itu..
Menurut lira perhatian lira untuk tuh cow, sama saja dengan perhatian lira
kepada teman satu komunitasnya.
lira
gak enak u2 menolah mentah2 tuh cow, akhirnya lira membuat 3 permintaan
yang sangat aneh.
pikiran penulis: "kalo gue sebagai cow gw pasti udah mikir,
nih cewek nolak gw secara halus. Coz yg gw tau kl cew juga suka ma tuh cow
pasti langsung bilang ia gw trima lo dan kgk bakal buat sarat yg aneh2".
3
permintaan lira
1.
tuh cow disuruh kedokter gigi. kt lira" supaya gigi tuh cow rapih dan
bersih" (dalam hati lira berkata "supaya nanti cew2 jd banyak yg suka
dengan sahabat ku ini. coz menurut lira sahabatnya itu cukup pintar, tampangnya
juga lumayan. Namun sedikit jorse plus kurang rapih)
2.
Lira minta di Qrimmi kata2 romantis tiap hari melalui sms ya seQtar 5X perhari
("kalia y, gw lupa berapa X perhari lira minta smsnya ntardah gw tanya
lira dulu" selama PDKT dan pacaran.
3.
lira minta buatin vidio pernyataan cinta tuh cow, dari 30 or 50 an lebih org di
kampus tuh cow.
("lira
berkata dalam hati: Maaf ya kk lira gak bisa nolak secara terang2an, tp lira
rasa kk udah cukup tau kenapa lira ngasih banyak permintaan yang cukup
aneh").
apa
yg terjadi kemudian?
ternyata
tuh cow ngejalanin semua permintaan lira. Hal ini membuat lira jadi serba salah,
akhirnya lira menerima tuh cow karena lira percaya rasa sayang or cinta bisa
tumbuh dengan adanya kebersamaan.
Hampir
satu bulan lira pacaran ma tuh cow, akhirnya mereka putus.
banya hal yang berbeda dari mereka dan banyak hal yang lira tidak sukai dari
cow itu. ya seperti cara bicara cow itu cukup kasar terdengar di telinga lira
‘itu menurut lira’,
contoh kecil lira sudah permah bilang ke pd tuh cow bahwa lira tidak bisa
mencuci piring karena lira mempunyai Alerhi kulit jadi jika terkena deterjen
atau sabun yg keras maka kulitnya akan ngelupas. Sapai suatu hari mereka makan
malam bersama dan lira bilang Qta makan diluar saja
y.
tuh cow malah dengan kerasnya berkata Qta makan di t4 kos mu
saja.
lira bilang lg kk lira
g punya piring, piringnya pada kotor belum di cuci sama teteh yang jaga kosan.
karena
tu cow maksa akhirnya lira mau makan di t4 kosan lira, karena lira malas ribut.
Saat cow itu mau pulang lira bertanya?
lira "kk ada yang aneh gak dengan hubungan Qta"
tuh cow "ia ada"
Lira "apa?"
tuh cow "ya rasa beda dan semakin jauh aj"
Lira "(dalam hati berkata "ya iya lah kk bercanda lira
ngerasa gari begitu juga kebalikanya).
Jadi gimana menurud kk?"
tuh cow "terserah lira"
Lira "(dalam hati berkata terserah huh cpek denger kalimat
terserah, udah hampir sebulan ini kyknya hampir 1000x aku mendengar kata
terserah. kalua mau makan ditanya kk Qta mau makan dimana jawabnya terserah,
jln juga gitu. kk kk, kk tuh cow tegas dikit kenapa gimana mua jadi kepala
rumah tangga).
Lira "ya udah gini aja lira kasih 2 piliha, 1.kita tetep
jadian terus Qta bicarain apa mau Qta masing masing biar kedepannya enak, 2.
kita putus tetap tmnnan kyk dulu lg".
Tuh cow "ya terserah lira"
lira "(dalam hati ya Allah nih org niat kgk sih), ya udalah
kalo gitu kyknya utuk yang ke 1 gak mungkin sulit kyknya. Maaf ya kk lira pilih
yang ke 2".
tuh cow "iya kk trima"
wou
keputusan udah deal tapi ternyata akibat dari keputusan itu. lira jadi di
pandang sinis oleh beberapa tenan satu komunitasnya terutama tmn2 cew. lira
coba tetap senyum dan menegur namun ia slalu d cuekin dan dapat muka jutek dari
beberapa temannya. ada satu teman cew yg satu komunitas dengan lira yg selalu
mencoba ngedeketin lira lagi sama tuh cow.
contohnya: waktu hari itu lira sebenarnya tidak mau ikut ke acara komunitas
mereka karena lira tau pulangnya malam dan gak ada yang menjemput. Setelah tuh
cew meyakinkan kalo tuh cew bakal pulang bareng ma lira dan naik angkot,
akhirnya lira mau ikut acara tsb. tapi sekali lagi lira di kecewakan
ternyata tuh cew janjian sama tuh cow kalo nanti yang nganterinlira
pulang tuh cow. disitu lirasangat kesan karena sudah sering tuh cew buat lira
kesal namun lira tetap mencoba senyum walaupun dari raut muka lira tidak
bisa di tutupi kl lira kesal…
Dan akhirnya lira tau mengapa beberapa teman satu komunitas dengan lira jutek
dengan lira setelah lira membuat sedikit kehebohan dengan datang ke acra
komuitasnya dengan tampilan yang berbeda. Tiba2 seorang teman cewnya mengajak
bicara lira dan membicarakan tentang tuh cow. ya dengan dikomunikasikan
akhirnya semua masalah selesai. sekarang hubungan lira dengan beberapa tmn cew
satu komunitasnya mulai membaik. walaupun masih ada sedikit tanda tanya dalam
diri lira kok bisa ya ada cow yg seperti ini sensitif bgt orgnya.
katapenuli:
dari cerita ini gw dapet banya pelajaran:
1. Jgn pernah mendengar hanya dari 1 pihak
jika Qta ingin mendapat kan fakta.
2. komunikasikan semua nya dengancara apapun
jika tidak bisa bicara langsung mungkin dengan tulisan. hingga akhirnya tidak
akan ada salah paham antara tmn.
3. org yg Qta anggap benar dan baik belum
tentu ia benar dan sebaik apa yg kita pikirkan.
4. jangan pernah mereka2 tentang seseorg, coz
rekaan kita belum tentu sesuai kenyataan.
5. kalo Qta memang salah dan punya kekurangan
ya akui saja, coz dengan berjalannya waktu semuanya bakal ketauan juga.
Nih cerita disingkat coz panjang bgt kl gw harus ceritai contoh2 troble nya
banyak bgt.
Uncategorized | Comments (5)